Senin, 11 April 2016

Tidak Akan Pernah Cukup



“Aku gendutan nggak?” Rere mengamati dirinya sendiri dari atas sampai bawah.

 “Enggak, Re. Kamu sudah ideal. Cantik.” Jawabku bersungguh-sungguh.

“Masak sih? Tapi tadi aku nimbang naik 5 Ons.”

“Astaga, baru 5 Ons. Belum 5 kilo. Nanti juga turun lagi. Sudah ayo, kita jadi pergi kan?”

Dengan tampang Rere yang cemberut akhirnya kami segera pergi menuju ke pesta pernikahan sepupuku.

Di perjalanan aku sibuk merayu, menenangkan, menghibur atau entah apa pun namanya agar Rere tidak lagi membahas mengenai berat badan. Lagi dan lagi.

“Tapi kan aku nggak mau kelihatan gendut. Apalagi pasti nanti di pesta banyak saudaramu. Nanti kamu malu gimana?”

“Malu kenapa? Kan kamu pake baju. Hehe. Kalau kamu nggak pake baju baru aku malu.

“Ih Radit!”

Sepertinya Rere bertambah marah dan aku tidak mau lagi bertengkar karena hal ini.

“Kalau aku malu, pasti aku nggak akan ngajakin kamu. Aku pasti udah ngajakin cewek lain yang kurus kering.”

Kembali aku melayangkan senyum setulus mungkin.

Akhirnya kami sampai di gedung tempat pesta pernikahan sepupuku diselenggarakan. Setelah menyalami kedua mempelai dan para saudara yang datang aku mengajak Rere untuk menghampiri stand makanan.

“Es krim? Kamu suka banget kan?” Aku menawari Rere.

“Enggak deh. Aku nggak mau beratku nambah lagi.”

“Astaga, Re. Ini kan cuma es krim. Dikit aja.”

Rere menggeleng.

“Atau mau makan? Aku ambilin yah?”

“Enggak. Aku nggak lapar.”

Baru saja Rere bilang seperti itu tiba-tiba ia pingsan. Membuat heboh seluruh undangan yang datang ke pesta.

Tanpa banyak berpikir, aku segera membawa Rere ke rumah sakit. Lama sekali aku menungguinya sadar. Berharap ia akan baik-baik saja.

Akhirnya dokter yang merawat Rere memintaku menemuinya.

“Jadi bagaimana, Dok?”

“Rere ini kekurangan banyak cairan. Dia juga mengalami hipoglikemi atau kekurangan kadar gula karena sepertinya terlalu banyak diet. Apalagi setelah dikaji oleh perawat kami Rere sering  memuntahkan kembali makanannya. Kalo terus seperti ini mungkin bisa bahaya. Bahkan mungkin bisa terkena anoreksia.”

“Anoreksia?!”

Dokter itu dengan pengertian menjelaskan padaku bahwa jika Rere sering memuntahkan kembali makanan yang ia konsumsi maka ia akan mengalami obsesi berlebihan untuk memiliki tubuh kurus sehingga membuat penderitanya akan menolak untuk makan.

Setelah dokter menjelaskan lebih lanjut tentang kemungkinan buruk itu, aku segera membujuk Rere. Bagaimana pun dia harus berhenti bersikap seperti ini.

“Re, bagiku seperti apa pun kamu, kamu tetap akan jadi Rereku. Mau kamu gemukan atau kurusan masa bodoh, Re. Mauku kamu tetap sehat. Supaya kita bisa selalu menghabiskan waktu bersama, makan bersama, jalan bareng.

Bebas tanpa melulu memikirkan soal berat badan dan penampilan. Semua nggak akan ada artinya kalau kamu sakit, Re. Semua nggak akan berarti.”

Tidak mudah untuk membuat gadisku ini mengerti.

“Tapi aku ingin selalu terlihat cantik di depanmu. Setiap perempuan ingin seperti itu di depan pasangannya.”

“Kamu ingin terlihat cantik di depanku atau terlihat cantik menurut persepsimu? Kalau kamu ingin terlihat cantik di depanku maka kamu sudah lebih dari cantik. Terlebih kalau kamu bisa mencintai dirimu sendiri. Dengan menjadi sehat dan menjaga berat badanmu dengan baik.

Kalau kamu ingin terlihat cantik menurut persepsimu, maka seberapapun besar aku mencintaimu itu tidak akan pernah cukup.” Aku mengakhiri perkataanku dengan tersenyum. Berharap gadisku ini akan mengerti dan menjaga kesehatannya mulai dari sekarang.


Setelah perbincangan kami hari itu, akhirnya Rere mau mengerti juga dengan penjelasanku. Sedikit-sedikit dia mulai berubah dan memulihkan kesehatannya. Aku selalu berusaha mendukung dan menyemangatinya.




Senin, 28 Maret 2016

Si Cupu Almaidah Swan

Jika anda memutuskan untuk membaca maka baca sampai akhir. Jangan mandek di tengah. Nanti gondok loh!

Hai. Pertama-tama marilah perkenalan dahulu. Saya adalah Suratun Almaidah. Punya nama lain yaitu Almaidah Swan. Itu nama pena ya! Bukan nama alay. Saya di kampus biasa di panggil Alma.

Kalau di alam dunia perkampusan mungkin adalah termasuk mahasiswa cupu kali ya. Iya cupu banget saya dulu. Eh, sekarang sih masih. Tapi agak cupu aja bukan cupu banget ya. Hahaha.

Dulu dengan padu padan rok/celana,-jilbab-baju yang sering nggak sinkron dan embuh banget. Ya, pokoknya nggak ngerti fashion banget saya ini. Tas dan sepatu juga sering agak aneh seleranya. Make up? Apaan lagi itu aku nggak ngerti!

Yaaa, sekarang sudah agak mending fashion saya sudah nggak begitu embuh banget lah ya hahaha. Meskipun masih tetap lah kalah sama mbak-mbak gahoel di luar sana.

Dulu entah apa yang orang pikirkan tentang penampilan cupu saya, saya juga nggak ngerti. Mungkin dengan taraf penampilan saya yang seperti itu normalnya saya memiliki pengetahuan umum yang setara cupunya dengan penampilan saya ya.

Mungkin salah satunya kita akan bahas mulai dari musik. Menurut perspektif saya. Ini perspektif saya loh ya dari analasis pribadi selama ini bahwa orang melihat penampilan saya kemudian mencoba mensinkronkannya dengan selera musik saya.

Mereka nggak akan pernah mengira kalau ternyata di playlist saya ada lagu Linkin Park, Simple Plan, SUM 41, Blink 182, My Chemical Romance, Fall Out Boy, Avanged Sevengedfold, Paramore, Evanescence, Panic at the Disco! Begitu mereka buka laptop saya, mereka kaget sekali saya tahu playlist semacam itu. Kebanyakan dari playlist saya adalah lagu-lagu international dan bergenre rock, alternative, punk , metal dan sebagainya.
Paramore


Mereka pikir diliat dari penampilan saya, tidak mungkin saya tahu berbagai macam lagu seperti itu. Padahal sebenarnya saya “mungkin” lebih banyak tahu dari mereka. Terkadang mereka bahkan hanya tahu satu-dua single saja dari lagu masing-masing band rock. Seperti  misalnya kebanyakan dari mereka taunya lagu A7x (Eh tau kan apa itu A7x? Maksudnya adalah Avenged Sevenfold) yang judulnya “Dear God” saja. Sepanjang tahun hanya itu-itu saja yang dia putar dan dia sudah merasa keren dengan mengenal A7x. Apa mereka bahkan tahu lagu A7x yang berjudul “So Far Away” loh. Apa mereka tahu lagu itu berkisah tentang apa? Oh, tidak ya.
Avenged Sevenfold


Oke. Itu baru soal A7x. Apa bahkan mereka tahu kalau My Chemical Romance sebenarnya sudah bubar? Apakah mereka tahu bahwa Amy Lee dari Evanescence pernah dikabarkan ingin akan bersolo karier? Oh iya, by the way Amy Lee pernah lho menolak project soundtrack untuk Narnia karena lagu Amy Lee terlalu kelam. Oh Alma tahu Narnia juga ya? Tidak, saya hanya pernah lihat iklannya di tivi.

Evanescence

Itu baru soal musik dan belum semua Band juga penyanyi yang saya tahu saya bahas. Apa mereka tahu sebanyak itu? Lalu kenapa mereka merasa lebih gahoel daripada saya? Kita ini kan sama-sama cupu sebenarnya haha. Ayolah, jangan marah.

Ada lagi soal urusan film dan buku. Mereka juga kadang berpikir kalau dari tampilan luar saya, saya nggak akan tahu soal Harry Potter atau Twilight (kenapa Twilight? Maaf, tapi Twilight sedang cukup booming saat itu). Atau film tranformer juga saat itu.

Hai sobat gahoel, sudah tahu kan film Twilight didasarkan dari novel oleh Stephenie Meyer? Stephenie Meyer menulis novel Twilight Saga menjadi tetralogi. Twilight, New Moon, Eclipse, dan Breaking Dawn. Namun dalam filmnya Breaking Dawn ini menjadi dua part. Stephenie Meyer ini sangat menyukai Muse. Salah satu band kesukaan saya juga yang merupakan band rock juga. Ini mengapa di dalam Twilight terdapat lagu Muse sebagai soundtarck. Ada satu band kesukaan saya juga, Paramore yang vokalisnya adalah seorang cewek-Hayley Williams-menyanyikan soundtrack Twilight. Linkin Park juga sempat menyanyikan soundtrack untuk Twilight dengan judul lagu “Leave all out the Rest”.
Twilight


Saat booming film transformer semua orang akan membicarakan tentang film transformer di depan saya tanpa memperdulikan saya bahwa seolah-olah si cupu Alma nggak akan tahu soal transformer. Ada 3 series film tranformes dengan cerita yang berhubungan. Pertama yaitu Transformer aja. Kemudian  Transformer-Revenge of the Fallen dan yang ketiga yaitu Transformer-Dark of The Moon. Ada satu lagi film transformer sebenarnya. Ceritanya agak berbeda dengan tiga sebelumnya, yaitu Transformer-Age of Extinction  yang heboh tayang si bioskpo tahun 2014. Band kesukaan saya-dengan Chester sebagai vokalisnya yang baru saja berulang tahun-juga menyanyikan soundtrack di film ini.

Satu lagi mengenai film bersejarah sepanjang masa yang sering dibahas di depan saya tanpa melibatkan saya seolah-olah orang berpikir bahwa di cupu Alma nggak akan tahu film beginian. Okay, film ini ada 7 judul diangkat dari 7 novel yang di tulis oleh J.K. Rowling. Nggak perlu disebutin satu-satu kan apa aja judulnya? Bisa googling sendiri. Idenya awalnya adalah dari si Joanne ini yang sedang melihat anaknya bermain-main dengan sapu sehingga ia berpikir untuk menulis cerita tentang Harry Potter dengan sapu terbangnya. J.K. Rowling ini pernah di tolak oleh banyak penerbit saat memasukkan naskahnya.
Harry Potter

Itu baru soal film dan buku. Belum lagi soal-soal joke di social media. Saya juga cukup mengikut situs 9gag dan 8factdict lho. Yang orang di luar sana sering nggak tahu itu apa sih (sedih saya ketika ingin share joke yang bagi saya lucu banget tapi orang lain nggak mudeng dengan joke-nya padahal saya udah ketawa ngakak). Atau mungkin justru beberapa orang ngira, ah si cupu Alma mana tahu begituan.
9gag.com


Kemudian sekarang saya sedikit-sedikit juga mulai ngerti make up. Apa itu lipstik yang matte, glossy, water proof, bahkan malah kiss proof. Ada juga tatto lip. Ada beberapa warna naked untuk blush on dan eyeshadow. Bahwa bikin eyebrow itu ternyata ada cetakannya juga. Macam-macam eyeliner dari gel, spidol, sampai kuas.


Pun terkadang dalam beragama juga beberapa orang kadang memandang bahwa saya tidak cukup mengerti. Bahwa saya juga punya cukup banyak playlist Opick dan Maher Zain loh. Saya punya dan sudah baca lho buku Dr. Aidh Al Qarni yang berjudul “Laa Tahzan”. Buku best seller itu tuh. Saya punya buku Fiqih Wanita tebal yang juga insya Alloh sudah saya baca. Ngomong-ngomong saya sedikit tahu tentang Uwais Al Qarni.
Menjadi Wanita Paling Bahagia


Saya juga tahu beberapa kisah romantis mengenai Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az Zahra. Bagaimana? Tidak terlihat kan dari penampilan saya yang terkadang terlihat seperti preman?
Jadi saya mengetik panjang lebar begini bukan untuk pamer pengetahuan ataupun pamer bahwa saya ini gahoel juga lho ternyata. Bukan! Santai woi, santai!

Sungguh semua yang saya tulis ini hanyalah bagian dari pengetahuan saya yang masih sangat sempit sekali.

Saya hanya ingin bilang bahwa yang terlihat dari seseorang tidak selalu menggambarkan mengenai pengetahuannya. Orang yang nggak ngerti soal fashion belum tentu nggak ngerti soal musik atau film. Orang yang terlihat seperti preman belum tentu ia sepenuhnya buta soal agama.
Apa yang kita liat tidak selalu adalah apa yang sesungguhnya. Mari lebih menghargai orang lain. Apakah gahoel dan cupu itu hanya soal fashion, musik, film, makanan, dll? Sampai terkadang menjadi barrier untuk bersosialisasi.

Mungkin saya memang tidak tahu menahu soal fashion itu seperti apa, tetapi saya mungkin lebih tahu musik dibanding anda. Bukankah akan lebih menyenangkan jika kita saling bertukar informasi soal fashion dan musik? Daripada sekedar berbicara dengan gerombolan sendiri sedangkan disebelahnya ada yang dicuekin karena berpikiran bahwa “ah si cupu ini mana tahu soal beginian”.

Ingat bahwa “yang terlihat dari seseorang tidak selalu menggambarkan mengenai pengetahuannya”.

Hari Peringatan Pertama Datang Ke Dunia





Hai kawan usang! How are you doin’ my old friend? Ah tentu kau baik karena aku selalu berharap begitu.

Maaf ya. Untuk kesekian kali selalu telat dalam memberikan ucapan.  Hahahaha, okay lets try to see my explanation. Aku mau posting tanggal 23 Maret pas, tetapi aku sedang menghemat kuota kawan usangku hihihi.

Oke, setidaknya kadoku sudah sampai 3 hari sebelum kau ultah yaaa.. Nggak telat seperti biasanya kan? Yeay!

Aku bahkan belum pernah memberikan kado lebih awal sebelumnya. I know it was a little weird, tapi ngga papa lah ya. Daripada duitku keburu abis haha. Tanpa dibungkus kertas kado meriah dan disematkan pita cantik kita mencari kadomu hari itu. Also there is no birthday card in it. Hahaha. Sambil Q-time ceritanya. Padahal sebenarnya aku waktu itu minta ditemenin karena lagi galon. Eh galau. Modus ya? Hahaha. Tapi emang aku juga lagi pengen Q-time kok (It looks like I try finding an excuse right? Hahahaha).

Semoga persahabatan kita seperti air yang turun kala hujan di hari itu kita pulang dari mencari kadomu ya. Air yang turun, mengalir, mengikuti arus. Selalu bersedia setia tetap mengalir berbelok mencari jalan walau bertemu batu. Tetap mengalir kearah yang lebih rendah. Betewe this words are belong to Tere Liye. Hahaha.

Terima kasih untuk selalu menjadi pendengar terbaik ketika hanya tinggal kau satu-satunya pendengar yang tersisa.

Maaf karena aku terlalu senang kau menjadi pendengar baikku aku justru sibuk bercerita dan lupa mendengarkanmu. Maaf, sungguh maaf.

Teruntuk peringatan hari pertama kedatanganmu di dunia Srumbung aku ucapkan selamat mengulang hari bersejarah itu.

Mohon maaf untuk ucapan yang telat selama 5 hari dan kado yang lebih awal 3 hari. Tetapi dalam persahabatan kita waktu selalu tepat. Selalu tepat untuk berbincang bersama, menghabiskan waktu bersama, tertawa bersama.

"Pertemanan kita boleh usang, namun hitungan usia persahabatan tak akan membuat segalanya menjadi membosankan."

For all the du’a you always pray to Alloh, I hope that all du’a will become true. Wanna find a guy and get married next year? Aamiin. But I hope Alloh find you a job first. Hahahaha.




Minggu, 21 Februari 2016

Upik Abu Sok Cinderella



Upik Abu Story 














Hari ini pukul 12 malam
Lonceng berdentum keras menyadarkanku
Ternyata sejenak aku telah lupa
Bahwa aku masih seorang upik abu
Upik abu yang selalu sok Cinderella

Seharusnya aku lebih awal lagi menyadari
Sebelah sepatu kaca pun aku tidak memiliki
Apalagi berdiri anggun dengan dua sepatu
Duhai sendal jepit dari karet pun masih terasa lebih dari cukup

Wahai engkau lonceng,
Sering-seringlah berbunyi.
Sadarkanlah si upik abu sok Cinderella ini.
Agar hanya tetap berjalan dengan sendal jepit karetnya
Menapaki jalannya sendiri..

Wahai engkau lonceng,
Sering-seringlah berbunyi
Sadarkanlah si upik abu sok Cinderella ini
Agar tidak berusaha menginjak lantai marmer mewah milik si Tuan Pangeran.




Minggu, 24 Mei 2015

Selamat malam, kawan usang..

Apa kau kemarin mencari kartu ucapan dalam bungkus energ*n dariku?
Ah, maaf kawan. Kau seperti tak tau saja kebiasaan kawan usangmu ini.
Sedari dulu selalu tepat menyiapkan kado namun terlambat memberikan karena bingung memberi ucapan.

Apa lagi yang harus kuucapkan padamu?
Ketika doa-doa sudah terlontar ke langit.

Baiklah, supaya terlihat lebih afdol akan tetap kutuliskan untuk kau ya?
Dari kawan usangmu ini.

Bagaimana kalau kita mulai dari semangat dulu?
Masih seberapa semangatmu saat ini untuk menjalani profesi? 90%? 50%? atau malah sudah habis terkikis oleh stase yang saat ini kau jalani?
Ah tinggal sedikit lagi. Selalu ingatlah tinggal sedikit lagi.
Kau selalu bisa menjadikanku tempat untuk kembali, dengan segala keluh kesahmu.
Meski aku tak pernah menjadi tempat terbaik untuk kembali.
Aku tahu aku buruk dalam hal itu.
Tapi setidaknya sesekali kau bisa mengandalkanku.
Kalau aku tidak bisa diandalkan maka selalulah ingat 2 kata mustajab yang akan kawan usangmu.
Yang pertama "faa inna ma'al usri yusro." Kau pasti tau kan apa artinya? Ah kau kan jauh lebih pintar dariku.
Maka ingatah kata itu dan berharaplah semua hal yang memuakkan ini akan segera berlalu.
Kau tak sabar menunggu kata kedua? Baik lah akan ku beri tahu.
Kata kedua kau juga pasti pernah mendengar "Laa tahzan innalloha ma'ana."

Jika aku kau tidak bisa mengandalkanku sebagai kawan usangmu sebagai tempat kembali untuk berkeluh kesah. Maka ingatlah kedua kata-kata pamungkas itu. Bahwa segalanya akan segera berlalu. Akan segera berganti dengan kebaikan. Kebaikab yang mendewasakanmu.

Maka usia hanyalah sebuah hitungan angka ketika kau menjadi lebih dewasa. Maka yang terpenting adalah menjadikan waktumu tak terlewatkan untuk hal-hal tidak penting.

Dengan begitu, aku berharap, waktu dalam usiamu akan bermanfaat dan berkah selalu.

Dari kawan usangmu
Almaidah Swan

Kamis, 29 Januari 2015

Memungut Tujuan Hidup dalam Tumpukan Sampah

Pesan sebelum membaca : *Abaikan kata mantan*

“Today I don’t feel like doing anything. I just wanna lie in my bed.”

Ada yang tau sepintas soal lagu ini? Kalau tau berarti SELAMAT! Kamu gahoel banget, bro! Bahahaha. Kalo ngga tau mending tingkatkan lagi deh taraf kegaulanmu terhadap lagu international.

Yup! Itu tadi lagunya Bruno Mars. Artinya pokoknya “aku cuma mau males-malesan aja hari ini”. Stay di zona nyaman atau bahasa gahoelnya comfort zone. Berada di zona nyaman emang enak. Enak banget malah. Santai-santai, nunda pekerjaan, banyak tiduran, nonton TV, maen ngalor-ngidul.

Tugas? Nanti dulu deh. Skripsi? Skip dulu aja. Laporan? Bentaran dulu lah yaa.. Ngale-ale dulu. Tapi kadang-kadang ngale-alenya malah kebablasan. Terlalu menikmati suasana. Trus kalau udah terlanjur terkungkung dalam comfort zone gimana dong? Bisa bahaya nih. Mengurangi produktivitas.

Mungkin kita bisa pikirkan mengenai tipsnya. Coba deh diingat-ingat lagi tujuan dalam hidup kamu. Sebenernya apa sih yang kamu pengenin. Sori, kita ngga ngomongin tujuan hidup nikah ya disini.

Oke. Sekarang anggap kamu udah inget sama tujuan hidupmu yang telah dengan teganya kamu selipkan ditumpukan sampah di sudut memori kamu. Halah! Hahahaha. Jangan cuma mantan aja yang diinget keles.

Udah inget? Trus sekarang coba deh diinget-inget siapa aja sih yang ngedukung tujuan hidup kamu? Orang tua? Bapak? Ibuk? Papa? Mama? Kakak? Adik? Semuaaa deh! Atau mungkin Pacar juga? Tjieeeee.. Gue sih jomblo. Hiks. Hahahaha.

Mereka yang bener-bener mendukungmu dari awal, nggak cuma sekedar basa-basi bilang “semangaaat yaaa!” Tapi juga diam-diam mendoakanmu dalam ibadah mereka. Bayangin dong, mereka yang dengan seriusnya ngedukung kamu tapi kamu malah asik-asik ngale-ale kayak lagunya Bruno Mars tadi? Kasian kan. Kamu nggak tau seberapa banyak butiran keringat segedhe jagung yang keluar dari kulit basah orang tuamu? Seberapa banyak busa yang mereka keluarkan untuk menasehati dan menyemangatimu. Seberapa banyak uap yang dikeluarkan saat mendoakanmu? Dihitung coba deh IWLnya (Insensible Water Loss). Pikirkanlah.

Nah! Inget tujuan hidup, udah. Inget yang ngedukung, juga udah. Inget mantan, SKIP! Sekarang biar nggak cuma sebetas diinget-inget doang, yuk pelan-pelan direalisasikan dalam wujud nyata. Perlahan-lahan semua yang berkaitan dengan tujuan hidup kita diletakkan di prioritas utama. Yang lainnya entar dulu deh. Misalnya pengen jadi perawat gagah berani yang tak takut mati (ahahahaha-apa banget ini mah). Berarti ya prioritas utamanya, belajar praktek skills dengan baik. Kerjain laporan-laporannya.

Bohong bin Gombal banget emang kalo ngga ngerasa jenuh. Apalagi pas banyak-banyaknya tugas yang musti dilakuin. Dikejar deadline pula! Aduh, pucing kepala nih.

Tapi kejenuhan pun ada obatnya keles! Kayak hati aku yang jenuh terus ada kamu sebagai obatnya gitu deh. Njiyeee. Hahaha.

Kalau kamu mulai merasa jenuh, main boleh lhooo. Luangkan waktu sejenak buat me-time. Dengerin music, nonton TV, baca buku hiburan asal jangan majalah porno hahaha. Atau mungkin Q-time sama temen. Haha-hihi bareng. Tapi jangan kelewatan juga keles. Ntar mbalik ke kungkungan comfort zone lagi haha. Asal nggak balik ke mantan aja sih. Loh? Kok jadi mantan lagi? Haha.

Sama satu hal lagi yang jitu. Kalau merasa bosan dan penat meng-adu-lah pada Tuhan. Kalau terasa perjalanan melelahkan meng-aduh-lah pada Tuhan. Dia pendengar yang paling setia loh. 24 jam kali 7 hari. Available. Juga doakanlah sesekali orang-orang yang mendukung selalu tujuan hidupmu. Doakanlah mereka sabar menanti kamu meraih mimpi. Sedikit lagi. Katakanlah pada dirimu sendiri sampai menghela napas dalam, "Sedikit lagi, sedikit lagi aku sampai" J

Jadi lagunya udah ganti dong yaaa sekarang. Jadi gini nih “This is gonna be the best day of my lifeee!” Tuh kan! Nggak ngerti lagi sama lagunya! Ngga gahoel deh hahaha.



Senin, 05 Januari 2015

Harus seberapa banyak Pempers yang aku ganti?

Harus seberapa banyak Pempers yang aku ganti?
Supaya cukup aku saja yang bergulat dengan pempers-pempers pasien, asal keluargaku tetap sehat.

Harus seberapa banyak pasien yang aku mandikan dan aku keramasi juga kupotong rambutnya?
Agar cukup aku mengurusi mereka, asal aku jangan sampai mengurusi keluargaku sendiri. 

Harus seberapa sakit punggungku? Demi menunduk merawat luka para pasien.
Asal Tuhan selalu bersedia berkenan atas kesehatan orang tuaku. Asal Tuhan menurunkan lapisan baja pelindung untuk keluargaku.

Harus seberapa banyak keluhan yang harus kudengar dan kuatasi?Agar keluhan yang sama tidak kudengar dari keluargaku sendiri. 

Aku memang bukan wonder woman, buka superhero, apalagi malaikat yang turun dari langit.
Aku hanya manusia biasa. Yang tidak bisa membayangkan, bagaimana rasanya terbaring tidak berdaya diatas kasur di gedung putih bernama Rumah Sakit. Sibuk menahan rasa sakit. Mengorbankan banyak waktu dan biaya untuk berobat. Menempuh ribuan kilometer demi harapan yang bernama "Kesembuhan". Berkeluh kesah tiada henti karena nyeri, mual, muntah. Segores pemikiran saja pun tidak sanggup terlintas dalam bayanganku.

Aku banyak berkeluh kesah ketika lelah, punya batas dalam menahan emosi, sangat kurang dalam memahami, pun juga tidak mahir dalam kemampuan.
Aku hanya seorang perawat.

Tapi sekali lagi, Berapa banyak pempers yang harus aku ganti?Agar cukup menjadi pengganti. Agar senyum selalu terukir indah di bibir sederhana kedua orang tuaku.

-Catatan Hati Calon Perawat-